KH. M. Cholil Bisri

  • 2021-09-29 09:55:30
  • Fifisari
  • Tokoh

Deskripsi Tokoh
Nama Tokoh KH. M. Cholil Bisri
Kategori Tokoh Agama
Agama ISLAM
Tahun Lahir 1942
Tahun Wafat 2004
Biografi Singkat

KH. M. Cholil Bisri lahir pada tanggal 12 Agustus 1942 M bertepatan tanggal 27 Rajab 1263 H di Desa Kasingan Kecamatan Rembang Jawa Tengah.117 Mbah Cholil adalah putra dari pasangan suami istri KH. Bisri Mustofa dan Nyai Hj. Ma’rufah binti KH. Cholil Harun. KH. M. Cholil Bisri adalah putra pertama dari delapan bersaudara, empat putra dan empat putri, yaitu: M. Cholil Bisri (1942 M), A. Mustofa Bisri (1943 M), M. Adib Bisri (1950 M), Faridah (1952 M), Najichah (1955 M), Labib (1956 M), Nihayah (1958 M), Atikah (1964 M) dari pasangan KH. Bisri Mustofa dan Nyai Hj. Ma’rufah.

Ayahnya KH. Bisri Mustofa adalah seorang Kiai yang disegani di Jawa pada masa 1960-1978. Ayahnya, sebagai menantu Kiai Kholil bin Harun Kasingan yang terkenal di tanah Jawa sebagai ahli Nahwu (tata bahasa Arab) dan ilmu Manthiq (seni logika), memiliki kewajiban melanjutkan perjuangan mertuanya.

KH. Cholil Bisri menikah dengan putri Kiai Shoimuri yang bernama Nyai Hj Muchsinah pada tanggal 19 Oktober 1964 dan dikaruniai  delapan orang anak, yaitu:

Yahya  Cholil  Tsaquf  (1966)
Ummi  Kultsum  Cholil  Zalith  (1968)
Zainab  Cholil  Qutsumah  (1970)
Yaqut  Cholil  Qoumas  (1975)
Faizah  Cholil  Tsuqoibak  (1976)
Bisri Cholil  Laquf  (1978)
Hanis  Cholil  Barro’  (1982)
M.  Zaim  Cholil Mumtaz (1991)

KH. Cholil Bisri meninggal dunia dalam usia 62 tahun pada 23 Agustus 2004 pukul 20.40 di rumahnya di Leteh, Rembang, Jawa Tengah. Pengasuh Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin, Rembang, itu meninggalkan, seorang istri Hj Muhsinah, delapan anak, dan sejumlah cucu. Beliau dikebumikan di pemakaman desa, di  Kabongan Kidul, kabupaten Rembang, tidak jauh dari kompleks Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang. 

Kiprah

Dalam organisasi, KH. M. Cholil Bisri berkiprah di lingkungan NU. Dimulai ketika beliau aktif sebagai Ketua GP Ansor Rembang, hingga menjadi ketua Partai NU Rembang (ketika NU menjadi partai sendiri pada 1971), Ketua DPC PPP (ketika NU fusi dengan PPP). Beliau juga pernah menjadi A’wan dan Mustasyar PWNU Jawa Tengah, dan Ketua MPW PPP Jawa Tengah.

Pada awalnya KH. M. Cholil Bisril tidak berkecimpung di partai politik. Sampai suatu ketika Kiai Ali Maksum menegurnya di Munas Alim Ulama Kaliurang Yogyakarta, “Kamu kok tidak ikut main politik seperti adikmu, Mustofa, kenapa?”

Pada akhirnya Kiai Cholil tertarik juga di politik, dan beliau memiliki parodi yang sangat mendalam tentang NU dalam politik. Parodinya yang sering dikutip berbunyi, “NU itu sering diidoni (diludahi).”

Karena keterlibatannya dalam PPP, pada 1982 beliau diminta untuk menjadi anggota DPRD Tingkat I, tetapi beliau menolak, karena beliau berprinsip harus mengurus pesantren.

Waktu itu, KH. M. Cholil Bisri hanya mau di DPRD Tingkat II, seumur hidup. Terlebih lagi setelah ayahnya meninggal pada 1977, beliau memegang tanggung jawab untuk menjadi pengasuh di Pesantren Raudhatut Thalibin.

Pada masa NU bergabung ke dalam PPP, di Muktamar 1994, faksi NU membentuk Kelompok Rembang, merujuk nama tempat kiai Cholil Bisri menjadi motor pentingnya. Kelompok ini semula bermaksud mengajukan tokoh NU untuk bersaing dengan Buya Ismail Metareum dari unsur Muslimin Indonesia (MI).

Bersama Matori Abdul Djalil, Imam Churmen, dan lain-lain, mereka mengoordinasi faksi NU di PPP. Tetapi, ketika pertarungan itu belum terlaksana Kelompok Rembang justru buyar karena sebelum Muktamar PPP sudah terjadi perpecahan dengan keluarnya kelompok Hamzah Haz dari Kelompok Rembang. Meski demikian, nama Kiai Cholil Bisri sangat dihormati sebagai sosok kiai politisi yang gigih membela NU.

Ketika NU kembali ke Khittah pada 1984, Kiai Cholil ikut terlibat dalam pemulihan Khittah NU. Dalam Muktamar NU ke-27 (1984), yang merumuskan Khittah NU, Kiai Cholil Bisri menjadi Ketua Panitia Perumus di Komisi Program dengan Sekretaris H. Tan Gatot dan anggota-anggota: H. Dahlan Ch, H.M. Husaini Tiway, H.M. Utsman Limbong, H.M. Asy’ari Sanak, H. Asnawi Lathif, H. Muhammadiyah, dan H. Syafrudin Syah.

Sumber

https://www.nu.or.id/post/read/40566/mengenal-almarhum-kh-cholil-bisri; https://santri.laduni.id/post/read/56977/biografi-kh-m-cholil-bisri